Senin, 25 Oktober 2010

Fira Sudah Tiga Bulan Lho...

Jumat, tanggal 22 Oktober 2010 kemarin, dede Fire menginjak usia-nya yang ketiga. Alhamdulillah sekarang ia sudah bisa tidur tengkurap meski agak berusah payah ia melakukannya.

Hal ini menunjukkan bahwa anak kami dede Fira semakin hari semakin pintar melakukan hal-hal yang belum bisa ia lakukan sebelumnya.

Tetapi satu hal yang tidak berbeda dari hari-hari sebelumnya, yakni tampang imut dan tingkah lucu-nya kalau sedang tidur atau masih dalam keadaan ngantuk... hehe. Lihat aja gaya-nya tuh... bikin gemes ayah-bunda aja deh.


mimpi indah anakku...











dede Fira ngantuk tapi masih digangguin ayahnya aja..













Ayah... cape deeehhh....











Jumat, 08 Oktober 2010

Ayah Pulang, Fira Senang...

Anak kami Fira semakin tumbuh besar, juga sehat wal afiyat. Alhamdulillah...

Sepertinya sekarang ia mulai bisa mengenali orang di sekitarnya dengan mata kepalanya sendiri. Konon menurut para ahli, bayi yang baru dilahirkan tidak langsung serta merta mampu melihat jelas sampai ia berumur beberapa bulan. Adapun anak kami Fira sepertinya termasuk anak yang luar biasa. Ketika masih di awal kelahirannya saja, ia sudah mengenali suara bunda dan ayahnya. Tetapi sekarang ketika memasuki usia-nya di bulan ketiga, ia sudah mampu mengenali bunda dan ayahnya dengan mata kepala.

Walhasil,
saat ini ia sudah bisa menyambut kedatangan ayahnya dari kantor dengan antusias. Seperti biasa... minta digendong ayah! Hehehe...

Well, ayah pulang... Fira senang.

Kamis, 23 September 2010

Ta' Gendong Kemana-mana...

Anak kami, dede Fira, adalah penghuni rumah yang paling diistimewakan. Apalagi sama eyang putri-nya... Wew, dede Fira bener-bener disayang deh!. Sampai-sampai soal menggendong dede Fira aja ayah dan eyang putri seringnya malah rebutan. Tapi karena eyang putri adalah ibunda ayahnya Fira, jadi ayahnya dede Fira mengalah saja dulu, hehe.

Toh sedari awal kehadirannya di rumah, dede Fira sudah terbiasa lengket sama eyang putri. Entah kenapa, yang jelas kalau dede Fira sedang ngambek, begitu eyang putrinya "turun tangan", biasanya dede Fira langsung adem ayem. Bahkan seringkali ia maunya digendong eyang putri terus sampai tertidur pulas.
Entah kenapa kadang ia maunya digendong eyang putri terus hampir seharian. Atau mungkin dede Fira dengan eyang putrinya punya ikatan batin selain dengan bundanya? wallohu a'lam.

Tapi alasan ini logis-logis saja, karena pada hari-hari kerja, yang mengurusi dede Fira biasanya cuma 2 orang: bunda dan eyang putri, tante Echy biasanya cuma sesekali ngurusi dede Fira. Ayahnya pun bisa
cawe-cawe ngurusi dede Fira kalau sudah pulang kerja saja. Tapi bagiku, eyang putri ini kadang berlebihan atau over protective.

Contoh kalau ayahnya pulang kerja, eyang putri pasti ngamuk-ngamuk kalau ayahnya langsung kepingin cium dede Fira sebelum cuci tangan dan lepas jaket motornya. Alasannya banyak debu lah, kotor lah, bawa kuman lah... dan lain lain. Kalau dede Fira ada di kamar, kipas angin nggak boleh dinyalakan, takut dede Fira masuk angin lah, takut kembung lah... dan lain-lain. Weh weh weh...


Buatku, it's no problem. Selama dede Fira merasa nyaman diurusi eyang putrinya, insya Alloh ayah dan bundanya pun ikut merasa nyaman juga. Lagian dede Fira ini kan cucu pertamanya eyang putri, wajarlah kalau kadang beliau agak over protective... :)

Jumat, 17 September 2010

Dad... Why Baby Blue?

Juli, 2010.

Kehadiran dede Fira di rumah benar-benar membuat "hidup semakin hidup". Banyak kesenangan darinya yang tidak bisa dibandingkan dengan apapun juga. Dari cara merengek, suara nangis dan intonasinya yang ber-vibrate, gaya tidur yang kadang mirip gaya tidur ayahnya (kata bundanya sih, hehe), sampai cara ia minta nen-nen sama bundanya.

Cuma satu hal yang bikin ayahnya jadi baby blue... yaitu bagaimana bayi mungil kami ini tertidur pulas tatkala ayah-bundanya terjaga, dan ia biasanya akan terjaga tatkala ayah-bundanya sedang tertidur pulas. Katanya hal seperti itu lumrah terjadi bagi orang-orang yang baru memiliki momongan antara 1-6 bulan. Bahkan semua teman di kantorku yang sudah punya momongan mewanti-wanti hal ini juga. Maksudnya agar aku nggak terkaget-kaget jika bayi mungil kami nggak peduli waktu istirahat ayah-bundanya.

Minggu-minggu pertama punya dede Fira, aku benar-benar merasakan beratnya hal ini. Bukannya nggak terbiasa bangun malam, tetapi nyatanya setiap malam kami harus bangun setiap rentang 1 jam sekali. Entah itu gara-gara dede Fira ngambek minta nen-nen sama bunda atau ngambek gara-gara ia buang air besar/air seni. Maklum, sebelum pakai pampers, kami memang sengaja menggunakan popok dulu. Biar bisa ngerasain punya bayi banget gitu deh.

Ya meski minggu-minggu pertama aku sampai kena flu, aku pikir it's ok... toh masih banyak keceriaan yang datang darinya dibandingkan dengan hal-hal yang memberatkan itu. Ah, mudah-mudahan kamu cepat besar dan nggak terlalu sering nge-repotin ayah-bunda lagi ya nak... :)





dede Fira jadi anteng kalau popoknya diganti

Rabu, 15 September 2010

Mandi Pagi, Mandi Sore... Siapa Mau Duluan?

Juli, 2010.

Pada masa awal kedatangan dede Fira di rumah, tentunya seisi rumah sangat antusias untuk merawat anak mungil yang menggemaskan ini. Tidak terkecuali soal siapa yang pertama berani memandikan bayi mungil kami ini. Untunglah ada bu Rika (asisten bidan) yang mengajari kami bagaimana cara tepat memandikan anak yang baru lahir. Setelah lewat sepekan dan mengerti bagaimana dan apa yang mesti dilakukan untuk membersihkan dan merawat bayi kami, maka seisi rumah sepakat akulah yang pertama kali harus memandikan si mungil. Istriku Ita kala itu masih ragu untuk memandikan bayi mungil kami karena alasan klasik... takut slip atau licin.

Pertama kali aku memandikan dede Fira badan ini rasanya kayak pegel-pegel. Bukan apa-apa sih, ya karena agak tegang saja. Maklum... "new dad" :)

Walhasil, aku harap pembaca nggak ada yang protes gara-gara dede Fira kelihatan cemong dengan bedak bayi di wajahnya. Kenapa? karena waktu itu aku berpikir, "kalo habis mandikan dede Fira nggak pake cemong, kayaknya kok kurang afdhol ya?". Nah, agar kelihatan benar-benar sudah mandi, dede Fira sengaja di-cemong-cemongin ayahnya pakai bedak deh... hehe.



sengaja dibuat cemong... biar lebih afdhol

Welcome Home Sweety

25 Juli 2010, pk 16:30 Wib

Minggu sore, dede Fira sudah boleh pulang setelah sebelumnya nginep gratis di rumahnya bu Bidan. Dari sana dede Fira dan istriku Novrita dijemput oleh keluarga mas Bobby dan mbak Ririn. Pembaca sekalian, mas Bobby dan mbak Ririn ini adalah kakak iparku sekaligus orang-orang yang sangat berjasa dalam memperkenalkan aku dan istri sewaktu belum menikah dulu... Maklum pembaca, Teguh Prayogo dulu memang terkenal senang berjomblo-ria. Ya ya ya... bahkan aku masih ingat sekali tanggal dan bulan apa pertama kali kami diperkenalkan mereka. Ah, intermezzo dikit nggak dosa kan? :)

Setelah pulang ke rumah, banyak tamu berdatangan silih berganti. Tetangga dekat, sampai keluarga dari istri langsung mengunjungi si kecil. Oya, tidak lupa juga salah satu teman baikku, Dawud Abdurrohman, seketika datang jauh-jauh dari Lampiri hanya untuk melihat dan menyukuri kedatangan si kecil.

Alhamdulillah jazaakumullohu khoiro, terima kasih kami ucapkan kepada seluruh keluarga, teman, kerabat, handai taulan, dan para tetangga baik kami yang telah mengunjungi datangnya si kecil di rumah kami. Namun dari seluruh hal itu, kami mohon doanya pula agar dede Fira dapat tumbuh menjadi anak yang sehat, cerdas, faqih agamanya, dan bisa berbakti kepada kedua orang tuanya kelak. Amiin. Welcome home sweety...

dede Fira memang senengnya
digendong eyang-putri sampai bobo'

Detik-detik Lahirnya Putri Pertama Kami

22 Juli 2010, pk 23:30 Wib

Kamis, 22 Juli 2010 merupakan hari yang menegangkan sekaligus menyenangkan bagi kami, dimana pada sekitar pukul 23.30 Wib, Alloh SWT memberikan kami buah hati. Seorang bayi perempuan mungil nan cantik, dari pasangan Teguh Prayogo dan Novrita Rahmawanti, telah lahir ke dunia ini dengan selamat dengan berat badan 2,6 kg dan tinggi badan 45 cm. Kata orang-orang ini termasuk normal untuk seorang bayi perempuan.

Disaksikan oleh ibundaku, ayah mertuaku, beberapa bidan, serta teman-teman dari akademi kebidanan yang sedang tugas praktek disana. Perasaanku sebagai "new-dad" tentu sangat gembira dan antusias sekali menyambut kedatangan anak pertama kami. Hingga ketika anak kami telah lahir dengan selamat (dan normal), langsung saja aku kegirangan seraya bertelanjang dada dan berkata "yeahhh.. i'm a father now". Ya, bertelanjang dada karena pada waktu itu aku juga sedang kegerahan dan berkeringat setelah menemani istri tercinta melahirkan anak pertama kami di ruang persalinan.

Aku pikir-pikir lagi, well, semua tidak ada masalah, kecuali nama!. Mau diberi nama apa anak ini? mengingat belum satupun nama "perempuan" yang kami persiapkan. Karena pak dokter sebelumnya sangat yakin sekali bahwa calon anak kami nanti adalah berjenis kelamin laki-laki dan "celakanya", kami pun dibuatnya percaya :)

Akhirnya aku putuskan untuk memberi nama: Hervina Azka Syafira. Tidak ada arti khusus dari nama yang aku berikan untuk anak pertama kami, yang penting ia telah lahir selamat dan tanpa kurang suatu apapun. Alhamdulillah.

*foto dede Fira oleh om Dawud via BB